Keunggulan Dan Kekurangan Situs IndoXXI

Saat ini, sudah tidak sedikit beredar website bajakan yang menyajikan sekian banyak  jenis film secara gratis, baik yang telah maupun enggak pernah diputar di bioskop. Beberapa website yang lumayan terkenal ialah IndoXXI. Dua website ini tidak sedikit jadi perbincangan sebab koleksi yang menyeluruh dan server yang cepat.

Dua website tersebut telah menyediakannya walaupun barangkali kualitasnya masih sekadar cam alias rekaman. Kalau inginkan nonton yang lebih nyaman, lo dapat nunggu sebulan hingga tiga bulan sampai terbit versi high-definition (HD).

  1. Bioskop Ilegal, Murah dan Enggak Ribet

Bisa lo bayangin, kenapa tidak sedikit orang yang membatalkan niat ke bioskop dan menyimpulkan nonton film di website bajakan? Pertama, lo perlu waktu bikin pergi ke bioskop dan menyesuaikan dengan jadwal film yang ada. Kedua, harga tiket tersebut enggak murah-murah amat, lagipula kalau lo nonton di ruang belajar premier yang eksklusif. Bayangin aja, bila lo mesti maraton film sebulan penuh, berapa dana yang harus lo keluarin? Bisa bikin langganan katering bulanan, tuh!

Nah, situs-situs film bajakan ngambil celah di sini. Lo dapat nonton film apa aja, di mana aja, kapan aja. Mau di kampus, bisa. Waktu perjalanan mudik? Boleh banget. Di kamar sambil santap popcorn? Ideal, deh. Lo serasa mempunyai bioskop individu di mana-mana. Pertanyaannya, apakah yang lo lakukan tersebut legal?

Jawabannya jelas. Namun, tidak sedikit di antara anda jadi enggak peduli karena, yah, berapa, sih, kerugian semua produser film besar tersebut bila dikomparasikan dengan perilaku kita? Lagipula, bila kita enggak punya uang sebab kebanyakan nonton film, semua sineas tersebut enggak akan menolong kita, ‘kan? Sesuai dengan prinsip ekonomi, manusia ingin pengen mendapatkan deviden setinggi barangkali dengan pengorbanan serendah-rendahnya.

  1. Pendapatan Bulanan yang Menyamai Keuntungan Bioskop

IndoXXI sendiri masuk ke 40 besar website terbanyak diakses di Indonesia disaksikan dari Alexa. Berdasarkan data dari Azstats sendiri, diduga situs ini dapat mendapatkan selama 20.000 dolar Amerika masing-masing hari atau selama Rp280 juta. Lo bayangin, deh, dalam sebulan IndoXXI.cool dapat meraup deviden sampai Rp8,4 miliar.

  1. Bisnis Bioskop Ilegal, Lebih Manis daripada Bisnis Bioskop Legal

Pengalaman menyaksikan film secara langsung di layar bioskop memang enggak tergantikan. Apalagi, kini bioskop laksana XXI atau CGV Blitz menyerahkan inovasi-inovasi baru. Sebut aja tempat menyaksikan yang cozy, pernak-pernik unik, dan kemudahan bioskop premium seperti Velvet yang mana masing-masing orang dapat dapat satu sofabed guna nonton film.

Oh, ya, balik lagi ke website nonton film bajakan. Viewers situs-situs ini dapat mencapai jutaan per harinya. Ini angka luar biasa yang pastinya sulit dijangkau oleh bioskop mana pun. Bahkan, angka 6 juta aja udah dirasakan tinggi guna jumlah pemirsa film Indonesia.

Jadi, lo dapat bayangin, bagaimana ruginya semua produser film dan bioskop dengan semakin maraknya website bajakan, ‘kan? Apalagi, bertolak belakang sama bioskop, mereka enggak bayar pajak dan enggak bayar apa juga ke semua produser serta sineas. Sedihnya lagi, tidak sedikit media daring yang ngasih tahu lo cara-cara buat mendownload film dari situs-situs kayak INDOXXIdan IndoXXI.

  1. Pembajakan dan Kematian Industri Perfilman

Sebetulnya, terlampau jauh bila kita bilang bahwa website bajakan kayak INDOXXIitu buat film-film pada mati. Nyatanya, film-film baru terus diproduksi dan deviden dari film-film tersebut tetep besar. Namun, urusan ini dapat aja terjadi bila kita ngomongin film-film Box Office dengan deviden yang memang setara dunia.

Masalahnya, enggak seluruh film kayak begitu. Seperti yang udah disebut-sebut sebelumnya, film Indonesia enggak semuanya menguntungkan. Banyak yang meskipun idenya bagus, nyatanya enggak tidak sedikit orang tertarik.

Jadi, sebetulnya enggak arif kalau anda terus-menerus mengkritik kualitas sekian banyak  film, khususnya yang di dalam negeri, bila kita masih nonton film bajakan dari tempat-tempat kayak LK21. Yap, sebab kita terlampau malas nonton film-film bagus di bioskop, pada akhirnya tidak sedikit produser yang beranggapan bagaimana caranya buat film dengan bujet serendah mungkin, tapi dapat mendulang deviden besar. Salah satunya buat film-film yang ceritanya ngaco atau sekadar mengikuti kesuksesan film lama, tapi penuh kontroversi.

Yuk, jajaki utarain pendapat lo di kolom komentar!

Leave a Comment