8 Alasan pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja (K3)

 

Distributor perlengkapan safety jakartaMengapa kesehatan dan keselamatan kerja adalahhal yang penting? Pertanyaan ini barangkali seringkali muncul saat sedang membicarakan hal-hal dalam lingkungan kerja.

Sebenarnya, dalil mengapa kesehatan dan keselamatan kerja tersebut penting ialah karena tentu sejatinya masing-masing pekerja menginginkan dunia kerja yang dapat menyerahkan rasa aman. Kedua urusan ini merupakan hal utama dalam mengawal rasa aman guna pekerja dan perusahaan.

Tentu, perusahaan mesti menyadari bahwa mereka mempunyai tugas serta tanggung jawab moral untuk mengawal dan menyimak karyawannya. Lebih lengkap, inilah ini ialah alasan kenapa kesehatan dan keselamatan kerja tersebut penting.

Mengenal kesehatan dan keselamatan kerja (K3)

Berdasarkan PP RI Nomor 50 Tahun 2012, Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang seringkali dikenal dengan K3 adalahsegala pekerjaan untuk memastikan dan mengayomi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melewati upaya pencegahan kemalangan kerja dan penyakit dampak kerja.

Melalui aturan di atas, pemerintah secara tertulis menata bagaimana pemberi kerja atau perusahaan guna selalu mengawal kesehatan dan keselamatan kerja. Apabila pemberi kerja atau perusahaan tidak menjalankan atau melanggar aturan tersebut, bakal ada sanksi yang dikenakan.

Tujuan kesehatan dan keselamatan kerja (K3)

Secara umum, destinasi diberlakukan aturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) ialah untuk mengayomi tenaga kerja dari resiko kemalangan dalam bekerja. Secara rinci, destinasi dari K3 sudah tertuang dalam PP RI Nomor 50 Tahun 2012 yang merangkum tiga aspek.

Aspek kesatu dari destinasi diberlakukannya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) ialah meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi.

Aspek berikutnya ialah mencegah dan mengurangi kemalangan kerja dan penyakit dampak kerja dengan melibatkan bagian manajemen, pekerja/buruh, dan/atau serikat pekerja/serikat buruh. Kemudian aspek yang terakhir ialah menciptakan lokasi kerja yang aman, nyaman, dan tepat guna untuk mendorong produktivitas.

Penyebab kemalangan kerja

Dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, terdapat tidak sedikit faktor yang dapat saja menyebabkan kemalangan kerja. Faktor-faktor tersebut seringkali terbagi menjadi tiga kelompok yang meliputi hal teknis, hal non teknis, dan hal alam.

Faktor teknis kemalangan kerja seringkali melingkupi jenis alat-alat yang dipakai dalam bekerja, bahan-bahan, sampai kondisi lokasi kerja. Contoh kemalangan kerja yang disebabkan oleh hal teknis seperti kemalangan meledaknya bahan kimia yang gampang meledak atau terbakar.

Faktor berikutnya ialah faktor non teknis yang biasanya bersangkutan dengan kapabilitas tenaga kerja. Faktor non teknis seringkali terjadi sebab kelalaian, melalaikan aturan, sampai kurangnya keahlian. Contoh pada permasalahan ini ialah cedera tertimpa bahan bangunan disebabkan tidak memakai peralatan keselamatan kerja.

Faktor terakhir yang tidak dapat ditebak keberadaannya ialah faktor alam. Kesehatan dan keselamatan kerja dapat saja terpengaruhi oleh gejala alam yang terjadi laksana banjir, gempa bumi, angin puting beliung, dan sekian banyak bencana alam lainnya. Selain tersebut pandemi COVID-19 yang ketika ini melanda pun masuk dalam kelompok ini.

8 Alasan pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja

Kesehatan dan keselamatan kerja menjadi prioritas utama dalam suatu ekosistem bekerja. Hal ini disebabkan SDM atau sumber daya insan adalahaset urgen perusahaan yang perlu dibentengi kesehatan dan keselamatannya. Dalam menjalankan K3, dibutuhkan kesadaran antara tenaga kerja dan perusahaan atau pemberi kerja.

Setiap perusahaan mesti menyadari bahwa mereka mempunyai tugas serta tanggung jawab moral untuk mengawal dan menyimak karyawannya. Lebih lengkap, inilah ini ialah alasan kenapa kesehatan dan keselamatan kerja tersebut penting.

1. Mampu mengawal reputasi perusahaan
Jika perusahaan tidak mempunyai tunjangan kesehatan dan keselamatan kerja yang terjamin, dapat saja suatu ketika hal ini hadir di internet sebagai kelemahan perusahaan.

Namun sebaliknya andai perusahaan mempunyai tunjangan kesehatan dan keselamatan kerja yang bagus, seringkali reputasi perusahaan pun akan meningkat. Tidak jarang semakin tidak sedikit kandidat terbaik yang tertarik guna melamar sebab keunggulan reputasi ini.

Baca juga: Tunjangan yang mesti anda pertimbangkan sesudah menikah

2. Membuat karyawan lebih sadar dengan bahaya dan risiko di lokasi kerja
Banyak sekali karyawan yang tidak peduli dengan bahaya dan risiko di lokasinya bekerja. Dengan lebih menekankan ketentuan tentang keselamatan kerja, karyawan juga dapat lebih sadar bakal hal ini. Sehingga, urusan ini dapat menolong perusahaan untuk meminimalisir risiko kemalangan kerja dan bisa memiliki tahapan pencegahan yang lebih baik.

Perlu dikenang bahwa tidak melulu pekerja lapangan yang rentan alami risiko yang menakut-nakuti keselamatan dan kesehatan kerja. Karyawan kantoran juga demikian. Ada sejumlah risiko kesehatan dan keselamatan kerja yang lazimnya mengintai penderita kantoran, misalnya:

Terjatuh.
Cedera punggung dampak duduk seharian di meja kerja.
Mata lelah dampak terlalu lama bekerja di depan komputer.
Asma dan gangguan pernapasan dampak kualitas udara dalam ruangan yang buruk.
3. Mengurangi stres yang dialami karyawan
Dengan mencanangkan kebiasaan kesehatan dan keselamatan kerja, perusahaan pun harus menuntut pegawainya guna lebih mengawal kesehatan dan mentalnya. Dengan demikian, jam kerja sudah ditata dan jadwal lembur tidak bakal terlalu menganiaya karyawan.

Sebab, andai jam kerja terlampau panjang dan jadwal lembur sangat tidak sedikit dan ingin tidak jelas bakal rawan menciptakan karyawan stres. Akibat stres ini bisa menimbulkan pelbagai penyakit baik penyakit jasmani maupun mental.

4. Meningkatkan performa karyawan
Berdasarkan keterangan dari analisis dan suatu penelitian, kesehatan dan keselamatan kerja yang terjamin dapat meningkatkan performa karyawan. Karena ternyata tunjangan ini pun dapat meningkatkan dunia kerja menjadi lebih nyaman.

Rasa nyaman ini ternyata dapat membuat karyawan bekerja lebih giat dan disiplin sampai-sampai produktivitas karyawan dan performa mereka pun otomatis bakal meningkat seiring dengan bertambahnya hal-hal tersebut.

5. Menurunkan angka kerugian perusahaan
Cara ini pun membuat kerugian yang mesti ditanggung perusahaan menjadi menurun. Sebab, dengan adanya tunjangan dan pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja, kemalangan menjadi lebih barangkali untuk dihindari dan dicegah.

Oleh sebab itu, perusahaan bisa menurunkan angka kerugian dampak karyawan yang tidak masuk sebab sakit, atau tidak masuk sebab kecelakaan kerja. Hal ini pastinya tidak melulu menguntungkan untuk karyawan namun juga untuk perusahaan.

6. Meningkatkan loyalitas karyawan
Tidak melulu dapat meminimalisir kerugian dampak ketidakhadiran karyawan sebab kecelakaan atau sakit berhubungan pekerjaan, menyimak kesehatan dan keselamatan kerja pun dapat menambah loyalitas karyawan.

Pasalnya, dengan menekankan kesehatan dan keselamatan kerja, perusahaan dapat mengindikasikan bahwa perusahaan peduli dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan pegawai. Dengan begitu karyawan pun bakal merasa lebih bahagia di lokasi kerja mereka dan kecil kemungkinan hendak pindah dan menggali tempat kerja lain.

7. Mematuhi prinsip Corporate Social Responsibility (CSR)
Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja akan menolong kesejahteraan fisik, sosial dan mental karyawan yang mana aspek ini pun termasuk ke dalam program corporate social responsibility (CSR) di perusahaan.
Dengan memperhatian kesehatan dan keselamatan kerja karyawan, perusahaan dapat menunjukkan perilaku etis yang hendak berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat, meyakinkan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku, dan mempertimbangkan asa pemangku kepentingan.
Standar ISO 26000 memungkinkan perusahaan bertanggung jawab secara sosial sebab memasukkan hal lingkungan dan sosial dalam pemungutan keputusan guna mempertanggung jawabkan untuk masyarakat atas keputusan organisasi yang dipungut dengan mempertimbangkan sejumlah prinsip laksana supremasi hukum, akuntabilitas, tranparansi, norma perilaku internasional, hak asasi insan dan lain-lain.
8. Menarik potensi bisnis di masa depan
Memberi perhatian serius pada kesehatan dan keselamatan kerja pun dapat memprovokasi potensi bisnis di masa depan.
Perusahaan beda maupun lembaga pemerintahan pasti akan tertarik dan lebih percaya guna bekerja sama dengan perusahaan yang mengindikasikan sistem manajemen yang efektif tergolong dalam urusan kesehatan dan keselamatan kerja karyawaannya.
Kesehatan dan keselamatan kerja adalahisu yang sangat urgen di lingkungan kerja. Setiap perusahaan mesti sadar bahwa urusan ini adalahhal dasar yang dapat diberikan guna kenyamanan kerja karyawan.
Baca juga: Sudah tahu plus minus BPJS Kesehatan?
Alasan-alasan di atas pun dapat menjadi cerminan mengapa urusan ini paling diperlukan untuk kedua belah pihak. Sebab ternyata keselamatan kerja dan kesehatan karyawan yang terjaga tidak melulu menguntungkan karyawan tetapi pun perusahaan.
3 Cara merealisasikan kesehatan dan keselamatan kerja karyawan
Mengingat begitu pentingnya program kesehatan dan keselamatan kerja ini, maka perusahaan mesti mengupayakan supaya hal ini dapat diterapkan seoptimal barangkali dalam sebuah organisasi. Adapun teknik menerapkannya yakni:
• Membentuk manajemen kesehatan dan keselamatan kerja eksklusif yang didirikan oleh organisasi perusahaan yang nantinya manajemen ini akan menciptakan kebijakan, mengkomunikasikan bahkan mengusulkan supaya program kesehatan dan keselamatan kerja terdapat dalam rencana bisnis perusahaan. Tak tak sempat nantinya mereka jugalah yang akan memboncengkan keaktifan karyawan guna berpartisipasi dalam program ini.
• Membuat rencana mengenai sistem kesehatan dan keselamatan kerja, supaya dapat memenuhi asa dari perusahaan dan karyawan. Biasanya destinasi dari rencana kesehatan dan keselamatan kerja karyawan ialah mengidentifikasi masalah mengenai resiko, bahaya dari pekerjaan, memprioritaskan masalah yang teridentifikasi serta menawarkan destinasi untuk penambahan sistem K3 dan pengurangan resiko
• Setelah rencana dirasa matang, baru lantas manajemen dan kesebelasan mulai merealisasikan serta mengoperasikan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan ini dalam perusahaan. Jangan lupa pun untuk memantau, mengevaluasi dan membetulkan mana saja kepandaian yang mesti ditingkatkan supaya program kesehatan dan keselamatan kerja semakin lebih baik.
Dengan sejumlah upaya di atas, diharapakan perusahaan semakin peduli pentingnya sistem kesehatan dan keselamatan kerja ini. Jadi, apa kantormu kini sudah merealisasikan hal ini dengan baik?

Leave a Comment